Nyaman Berkendara dengan Mobil Diesel
Anda patut berterima kasih kepada Rudolf Diesel, karena mesin diesel temuannya pada tahun 1892—dipatenkan pada 23 Februari 1893—sekarang banyak digunakan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil.
Namun mesin diesel identik dengan getaran yang keras plus asap hitam yang mengepul. Hal ini dianggap wajar oleh beberapa orang, karena pasokan udara yang lebih banyak ke silinder mesin—dibanding dengan mesin bensin—akan menghasilkan letupan yang lebih keras.
Tapi jika getaran yang muncul terlalu besar dan asap yang keluar melebihi batas normal, maka Anda harus curiga ada sesuatu dengan mobil diesel Anda. Umumnya hal tersebut terjadi karena timing/saat pengabutan pada injector tidak tepat, celah klep yang tidak tepat, air filter atau saringan udara sudah sangat kotor, dan lain-lain. Kalau sudah begini, sebaiknya segera bawa mobil tersebut ke bengkel kesayangan Anda.
Intinya, perawatan mobil diesel tak jauh beda dengan mobil bensin. Hanya saja pengecekan filter oli, filter udara, dan penggantian pelumas mesin secara teratur menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Bacalah buku manual untuk mengetahui jenis pelumas mana yang paling tepat untuk mobil Anda.
Untuk mengurangi kepulan asap, para ahli otomotif mengembangkan teknologi common-rail direct injection. Hal ini karena partikel solar memiliki bobot yang lebih berat dari pada bensin. Maka untuk meningkatkan proses penghancuran partikel tersebut, solusinya adalah dengan meningkatkan tekanan solar yang dimasukkan ke ruang bakar. Sebagai catatan, mesin yang menggunakan teknologi ini membutuhkan bahan bakar solar dengan kandungan sulfur yang rendah.
Popularity: 33% [?]





Comments
NO COMMENT YET
Leave a response