Posted On: 23 Apr 2015 ; Read: 1130 time(s)
Sebagai karyawan, ada masa Anda akan menghadapi masa pensiun, suka tidak suka. Ya, maksudnya Anda yang sedang digaji oleh perusahaan, jadi dari fungsi office boy hingga fungsi direktur utama. (Saya heran banyak yang mengartikan karyawan = staff tanpa jabatan, sementara manager ke atas menganggap dirinya bukan karyawan.. semoga bukan Anda).
 
Saat Anda dalam masa emas kekaryawanan Anda, promosi, mendapat jabatan baru, bergaji tinggi, semua fasilitas mobil, rumah, bonus tahunan, dan termasuk asuransi kesehatan terpenuhi. Semuanya terjamin sehingga Anda berada dalam zona nyaman Anda karena semua sudah beres, sudah diurus. Tanpa Anda sadari, saat Anda pensiun nanti, semua itupun akan ‘pensiun’. Tidak ada lagi tunjangan jabatan, tidak ada lagi tunjangan COP, tidak ada lagi tunjangan biaya kesehatan, tidak ada lagi THR, dll. 
 
Anda harus bersiap untuk memastikan Anda siap dengan pengganti semua itu, yang sebaiknya lebih layak tentu saja, kalau Anda ingin tetap berada dalam zona hidup nyaman Anda.
 
Mungkin Anda memiliki beberapa mobil dari hasil menabung Anda. Rumah, tentu harapannya Anda sudah memiliki rumah, dan Anda beserta keluarga tinggal nyaman. Tabungan adalah secukupnya. 
 
Bagaimana dengan manfaat kesehatan karyawan? Sekarang mungkin Anda bebas keluar masuk rumah sakit, dengan anggapan semua free, gratis, karena menjadi salah satu benefit yang Anda terima. Bagaimana nanti saat Anda pensiun? Apakah manfaat tersebut berlanjut? Oh no! Tentu saja tidak! 
 
Bayangkan saat Anda berusia 55 tahun, dan saat itu Anda bukannya sibuk menikmati uang pensiun Anda, Anda malah sibuk mencari perlindungan asuransi kesehatan yang pas untuk Anda dan keluarga? Atau Anda akan bertaruh dengan uang dan aset Anda sebagai cadangan apabila Anda harus sakit, dirawat dan membutuhkan biaya besar? 
 
Saat Anda berusia 55 tahun : 
 
  1. Bisa jadi badan Anda sudah rentan dengan penyakit, sehingga bisa jadi ada kemungkinan aplikasi asuransi Anda ditolak, atau harus membayar premi jauh lebih mahal karena ‘loading’ sehubungan dengan kondisi jasmani yang sudah aktif selama 55 tahun. Masuk akal ya. 
  2. Paling tidak dibutuhkan anggaran Rp 1.8 juta setiap bulan untuk Anda membayar asuransi kesehatan rawat inap untuk Anda dan pasangan, dengan anggapan usia Anda sudah 55 tahun. Sementara, di usia nanti sebenarnya, premi bisa jadi naik karena kemungkinan besar biaya asuransi meningkat saat Anda nanti benar-benar berusia 55 tahun. Sudah siapkah Anda menyisihkan uang pensiun sebesar Rp 1.8 Juta sebulan nanti, di saat Anda sudah tidak bergaji lagi, dan ingin bertahan dengan gaya hidup sama hebatnya dengan sekarang?
  3. Atau, malah Anda lupa tidak memiliki dana pensiun karena sekarang semua gaji Anda habis untuk biaya rumah tangga yang notabene, misalnya, anak 3 semuanya sedang masa aktif sekolah berbiaya besar. Darimana Anda akan membiayai  masa pensiun Anda nantinya? Belum bicara asuransi, untuk kelanjutan pengganti gaji saja mungkin belum ada di pikiran Anda. 
  4. ‘’Gampang, setelah pensiun saya akan membuka usaha sendiri’’. Really? Bisa jadi uang Anda akan tersita untuk modal usaha, membayar karyawan, membayar asuransi karyawan (tidak sedikit), mengurus ijin dan lain lain. Masih menganggap ini sebagai dalih bahwa semua akan berjalan dengan baik? 
  5. Anda bisa lanjutkan menulis beberapa kemungkinan disini, lanjutkan dengan nomor-nomor berikutnya… sekedar untuk mengingatkan bahwa masa depan Anda harus dilihat sekarang, dan harus dipersiapkan sekarang, dengan cermat.
Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah : 
 
  1. Apabila Anda berusia 35 tahun, menikah, dan belum memiliki asuransi kesehatan pribadi, segera dapatkan asuransi untuk Anda dan pasangan (paling tidak). Gunakan skema pembayaran terencana selama beberapa tahun, sehingga saat Anda pensiun, Anda sudah tinggal menikmati asuransi kesehatan Anda tanpa kekuatiran. Supaya Anda tahu, saat mengambil asuransi kesehatan dengan limit sama, Anda ambil sekarang, premi yang Anda bayarkan hanya ½ dari premi saat Anda nanti membeli pada usia 55 tahun.  Tentu saja usia berbicara.
  2. Saat Anda berusia 45 tahun dan belum memiliki asuransi kesehatan pribadi, segera, segera, dan segera hubungi konsultan asuransi, untuk mendapatkan manfaat asuransi kesehatan yang akan menjadi bekal masa pensiun  Anda tenang. Belum terlambat, tentu dengan premi lebih mahal dibanding saat Anda lebih muda, namun yang jelas, saat Anda pensiun, Anda sudah mendapat manfaat perlindungan kesehatan tanpa bingung membayar premi. Anda memiliki pas 10 tahun untuk masa pembayaran terencana. 
  3. Apabila Anda sudah memiliki asuransi jiwa dengan tambahan manfaat asuransi kesehatan, Bedah polis Anda, apakah manfaat sesuai kebutuhan Anda, dan apakah nilai tunai (yang disebut sebut sebagai ‘manfaat uang kembali utuh, lebih baik dari deposito… dan berbagai kiasan promosi lainnya’), cukup untuk membayar elemen biaya asuransi, biaya manfaat tambahan, biaya administrasi yang tertera dalam polis (sebetulnya Anda bayar seumur hidup!). Ya, saat Anda  diinformasikan membayar hanya 10 tahun, sebetulnya nilai tunai Anda yang akan membayar biaya asuransi sisanya sampai masa berlaku habis! Saya melihat sendiri ada nasabah dengan nilai tunai yang hanya bertahan beberapa saat setelah masa premi selesai. Di titik itupun semua asuransi Anda akan berakhir. Jangan biarkan ini terjadi pada polis Anda. 
  4. Anda masih muda, single, belum berkeluarga? Jangan tunda, mumpung Anda masih muda, biaya asuransi jauh lebih rendah sejalan dengan usia. Mumpung belum ada tanggungan, gunakan sebesar-besar porsi uang Anda untuk membeli ‘kenyamanan masa depan’ Anda. Jadi, saat Anda berkeluarga dan punya Anak, biaya asuransi sudah tidak perlu dipusingkan.
Ingat, mungkin Rp 3 – 4 juta sebulan terasa sangat berat dilepas bagi Anda untuk membeli ‘kenyamanan’ masa depan, namun :
 
  1. Senilai itu pula yang Anda habiskan untuk biaya bersenang-senang di café seusai jam kerja dalam satu bulan. Jadi, not that bad, right?
  2. Setiap bulan gaji Anda habis tidak ada ujungnya, karena manajemen keuangan yang buruk. Jadi, Anda harus dipaksa untuk menyimpan dengan cara ini, untuk melindungi ‘masa pensiun’ Anda, dan melindungi uang Anda dari penggunaan tidak jelas.
  3. Sudah begitu banyak di sekitar kita pensiunan dan para lansia yang tergantung kepada anak, saudara, dan terbatas saat perawatan kesehatan, hanya karena tidak memiliki jaringan pengaman keuangan dan kesehatan yang pas. Kita harus lebih baik dari mereka dengan perencanaan lebih dini, lebih baik. 
Sangatlah menantang untuk memberi informasi mengenai topik ini dalam satu artikel singkat saja, karena begitu penting. 
 
Apabila ada yang belum jelas, silakan email saya, untuk penjelasan atau bedah polis Anda, dengan senang hati saya bantu.
 
Tidak ada kata terlambat. Save Your Future Now. 
 
 

 


Related Products

Comments
No Comments Found!
Write Comment
Your Name
Your Email Address
Your Comment Note: HTML is not translated! Enter the code in the box below:
Send
Beli Asuransi © copyright 2017. Supported by KGT