Ban Terawat, Kecelakaan Terhindar

Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Republik Indonesia melangsir berita bahwa total kecelakaan lalu lintas tahun 2006 yang lalu mencapai lebih dari 80.000 kejadian atau meningkat sebesar 322 persen dari tahun sebelumnya. Dari data yang terkumpul, diketahui bahwa salah satu penyebab kecelakaan di jalan, terlebih lagi di jalan bebas hambatan, disebabkan karena pecah ban. Sekecil apapun cacat yang ada pada ban, dapat berakibat fatal jika kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi atau membawa beban yang berat. Selain itu, pecah ban juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ban yang sudah tidak memadai karena sudah terlampau sering ditambal, atau adanya kecacatan pada dinding ban karena terbentur benda tajam. Untuk itu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah pecah ban saat Anda berkendaraan.

 

Salah satu yang perlu rutin dilakukan tentunya adalah perawatan ban. Bersihkan ban secara teratur. Pada saat membersihkan ban, amati kondisi ban. Cermati secara seksama apakah terdapat benjolan pada dinding-dinding ban. Benjolan ini dapat disebabkan karena rajutan benang dan baja yang ada di dinding ban sudah tidak dalam kondisi yang baik. Selama membersihkan, perhatikan pula kembang/motif serta permukaan ban yang sudah tidak rata atau bergelombang.

 

Tekanan udara di dalam ban juga perlu diperhatikan. Tekanan udara yang tidak sesuai dapat mengakibatkan ban rawan pecah secara tiba-tiba dan tapak ban menjadi lebih cepat aus. Jika tekanan udara terlalu berlebihan, membuat ban menjadi lebih rentan terhadap benturan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara.

 

Namun, bila ternyata pecah ban akhirnya terjadi saat Anda berkendaraan, sebaiknya Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Saat ban pecah, usahakan jangan panik dan peganglah stir dengan kencang. Jangan menginjak rem secara mendadak karena justru dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik. Kendalikan kendaraan agar tetap berada di jalurnya. Stir diarahkan dalam posisi lurus dan injaklah rem secara perlahan serta bertahap untuk mencegah kendaraan menjadi oleng secara berlebihan. Setelah Anda mampu mengendalikan kendaraan dan kecepatan telah berkurang, barulah kemudian menepi. Dengan demikian kecelakaan terhindar, Anda pun juga selamat.

Popularity: 33% [?]

Comments

NO COMMENT YET

Leave a response

Powered by Wordpress and Crunchy wordpress themes | Designed by Wall Street Journal Subscription. In collaboration of Free Banner Maker, Debt Consolidation Loan and Wedding To Do List